Profil Pengrajin Batu Muntilan, Magelang
Sejak tahun 1990 saya sudah menekuni seni pahat batu alam khususnya batu candi. Pada saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Para pengrajin di dusun kami masih menggunakan peralatan tradisional. Palu, cuplik, tatah, penyecel, belah, jangka, dan meteran merupakan peralatan pokok yang harus dimiliki setiap pengrajin. Hasil kerajinan kami masih sederhana seperti cobek, ulegan, lumpang dan alu. Meskipun sederhana, hasil kerajinan tersebut sangat laris di pasaran, sebab merupakan hasil kerajinan untuk kebutuhan pokok rumah tangga khususnya dapur.
Pada tahun 1994, anak-anak muda di dusun kami semakin bersemangat mendalami seni kerajinan pahat batu. Keterampilan yang kami dapat pun mulai berkembang.
Tahun 1999 lulus SMP. Ilmu yang kami dapat secara turun temurun mulai bertambah. Produk baru bermunculan. Ada air mancur, lampion taman, stupa candi dsb. Hari demi hari kampung kami semakin terkenal dengan berbagai hasil kerajinan pahat batu alam. Hasil kerajinan yang berkualitas merupakan kunci utama kesuksesan kami untuk dapat dipercaya oleh pasar. Baca Selengkapnya →

