Jual Umpak Batu Alam Untuk Pondasi Rumah Limasan Dan Rumah Joglo

Umpak atau dalam bahasa Jawa sering disebut ompak merupakan pondasi batu alam yang digunakan untuk penyangga tiang pada bangunan rumah adat atau rumah tradisional pada jaman dahulu. Di Jawa khususnya, umpak batu alam biasa digunakan untuk penyangga tiang pada rumah limasan atau rumah joglo.

Pondasi umpak batu alam tersebut, penempatannya pada umumnya berada di atas tanah atau di atas lantai rumah. Sistim dan jenis pondasi ini sampai saat ini  masih digunakan, akan tetapi sudah dimodifikasi dengan ditopang oleh pondasi batu kali yang berada di dalam tanah dan sloof sebagai pengikat struktur.

Umpak Batu Alam

Umpak Batu Alam Muntilan Magelang Jawa Tengah

 

Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan umpak batu alam berasal dari batu candi/batu lereng merapi atau biasa disebut batu andesit. Batuan ini dipilih karena selain selain kuat juga mudah dipahat dan bahan bakunya mudah didapatkan, terutama batu andesit yang berasal dari lereng Gunung Merapi. Bahan baku umpak batu alam tersebut harus berasal dari batu alam andesit pilihan agar hasilnya benar-benar kuat agar tidak mudah retak atau pecah.

Adapun ukuran dari umpak batu alam tersebut disesuaikan dengan ukuran tiang sokonya. Ukuran umpak batu alam umumnya mulai  20 cm s.d 60 cm, sedangkan tingginya sesuai permintaan mulai dari 20 cm s.d 50 cm. Bentuk dan motifnya bisa disesuaikan dengan keinginan permintaan dari pembeli.

Bagi Anda yang tertarik ingin membeli umpak batu alam produksi Raka Art Stone dengan kualitas terbaik bisa menghubungi kami;

RAKA ART STONE  – Pusat Kerajinan Batu Alam Muntilan Magelang Jawa Tengah

Alamat kami : Dusun Sewan RT 04 RW 16, Sedayu, Muntilan, Magelang, Sedayu, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah 56412

Telepon / SMS : 0852-2895-4948 (Bapak Purwanto)

About Kerajinan Batu Alam

Profil Pengrajin Batu Muntilan, Magelang Sejak tahun 1990 saya sudah menekuni seni pahat batu alam khususnya batu candi. Pada saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Para pengrajin di dusun kami masih menggunakan peralatan tradisional. Palu, cuplik, tatah, penyecel, belah, jangka, dan meteran merupakan peralatan pokok yang harus dimiliki setiap pengrajin. Hasil kerajinan kami masih sederhana seperti cobek, ulegan, lumpang dan alu. Meskipun sederhana, hasil kerajinan tersebut sangat laris di pasaran, sebab merupakan hasil kerajinan untuk kebutuhan pokok rumah tangga khususnya dapur. Pada tahun 1994, anak-anak muda di dusun kami semakin bersemangat mendalami seni kerajinan pahat batu. Keterampilan yang kami dapat pun mulai berkembang. Tahun 1999 lulus SMP. Ilmu yang kami dapat secara turun temurun mulai bertambah. Produk baru bermunculan. Ada air mancur, lampion taman, stupa candi dsb. Hari demi hari kampung kami semakin terkenal dengan berbagai hasil kerajinan pahat batu alam. Hasil kerajinan yang berkualitas merupakan kunci utama kesuksesan kami untuk dapat dipercaya oleh pasar. Tahun 2002 lulus STM. Saya mulai benar-benar terjun dalam pembuatan kerajinan batu alam. Saya ikut kakak sambil menambah ilmu dalam memahat motif lampion taman. Selama 5 bulan dengan modan nol saya mulai membuka usaha sendiri. Awalnya memang berat, kami harus membuat dan menawarkan sendiri hasil kerajinan kami ke pedagang. Hasil kerajinan kami tawarkan ke pedagang di Muntilan di pinggiran jalan. Selain menawarkan ke pedagang kami mulai masuk mencari pelanggan secara langsung. Seiring berjalannya waktu usaha semakin berkembang permintaan hasil kerajinan semakin bertambah. Permintaan hasil kerajinan kami mulai meningkat dan mulai merambah ke berbagai daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tahun 2011 pemasaran kami sudah sampai ke Jakarta dan Sumatra hingga saat ini sudah banyak menjadi pelanggan tetap kami. Kami juga sempat dipercaya menangani berbagai proyek kerajinan dari berbagai daerah. Tahun 2014 internet berkembang pesat. Saya bergabung bersama munthu.com di divisi lapangan. Setelah beberapa bulan saya memutuskan untuk keluar dan membuat rakaartstone.com untuk mengembangkan pemasaran hasil kerajinan yang lebih luas. Akhir kata, saya berharap semoga seni kerajinan pahat batu alam yang berada di Muntilan, Magelang tetap berjalan dan berkembang. Sebuah warisan budaya yang mempunyai nilai-nilai luhur sudah sepatutnya untuk kita jaga dan kita lestarikan agar tidak punah ditelan jaman. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *