Pusat Kerajinan Batu Alam Di Muntilan Magelang Jawa Tengah

Muntilan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia yang menjadi pusat kerajinan pahat batu alam terutama berbahan batu lava atau batu andesit yang diperoleh dari hasil letusan  Gunung Merapi.

Muntilan telah lama dikenal sebagai daerah yang mempunyai perajin dan pemahat batu yang handal dan mempunyai cita rasa seni yang tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya penjual kerajinan batu alam yang banyak kita temui di sekitaran Jalan Magelang-Yogyakarta. Disepanjang jalan tersebut terpajang ratusan jenis patung, ornamen dinding, dan relief,  dengan berbagai bentuk dan ukuran. Alat-alat dapur seperti cobek, tungku, dan alat pemanggang juga mudah ditemui.

Batu Alam

Pusat Kerajinan Batu Alam Di Muntilan Magelang Jawa Tengah.

Kerajinan-kerajinan batu alam Muntilan Magelang Jawa Tengah Tengah tersebut sebagian besar dipahat dan dikerjakan oleh pengrajin-pengrajin lokal yang tentunya memiliki keahlian dan keterampilan dibindangnya.

Salah satu pengrajin batu alam  yang bertempat di Muntilan Magelang Jawa Tengah adalah Raka Art Stone.  Raka Art Stone merupakan  pengrajin batu alam yang beralamat di Sewan RT 04 RW 16, Sedayu, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Raka Art Stone menyediakan berbagai macam hasil kerajinan batu alam berkualitas, sepertiair mancur, lampion, patung, wastafel batu kali, hiasan dinding, gapura, relief, stupa , munthu, cobek,  dll dengan harga yang terjangkau.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk kerajinan batu alam Muntilan Magelang Jawa Tengah bisa menghubungi kami.

RAKA ART STONE – Pusat Kerajinan Batu Alam Muntilan Magelang
Alamat : Sewan RT 04 RW 16, Sedayu, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah 56412 – Indonesia.
CP : 0852 2895 4948, 0878 3411 1948
Email : [email protected]
Pin BB : 265EAA40 (Purwanto)

 

About Kerajinan Batu Alam

Profil Pengrajin Batu Muntilan, Magelang Sejak tahun 1990 saya sudah menekuni seni pahat batu alam khususnya batu candi. Pada saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Para pengrajin di dusun kami masih menggunakan peralatan tradisional. Palu, cuplik, tatah, penyecel, belah, jangka, dan meteran merupakan peralatan pokok yang harus dimiliki setiap pengrajin. Hasil kerajinan kami masih sederhana seperti cobek, ulegan, lumpang dan alu. Meskipun sederhana, hasil kerajinan tersebut sangat laris di pasaran, sebab merupakan hasil kerajinan untuk kebutuhan pokok rumah tangga khususnya dapur. Pada tahun 1994, anak-anak muda di dusun kami semakin bersemangat mendalami seni kerajinan pahat batu. Keterampilan yang kami dapat pun mulai berkembang. Tahun 1999 lulus SMP. Ilmu yang kami dapat secara turun temurun mulai bertambah. Produk baru bermunculan. Ada air mancur, lampion taman, stupa candi dsb. Hari demi hari kampung kami semakin terkenal dengan berbagai hasil kerajinan pahat batu alam. Hasil kerajinan yang berkualitas merupakan kunci utama kesuksesan kami untuk dapat dipercaya oleh pasar. Tahun 2002 lulus STM. Saya mulai benar-benar terjun dalam pembuatan kerajinan batu alam. Saya ikut kakak sambil menambah ilmu dalam memahat motif lampion taman. Selama 5 bulan dengan modan nol saya mulai membuka usaha sendiri. Awalnya memang berat, kami harus membuat dan menawarkan sendiri hasil kerajinan kami ke pedagang. Hasil kerajinan kami tawarkan ke pedagang di Muntilan di pinggiran jalan. Selain menawarkan ke pedagang kami mulai masuk mencari pelanggan secara langsung. Seiring berjalannya waktu usaha semakin berkembang permintaan hasil kerajinan semakin bertambah. Permintaan hasil kerajinan kami mulai meningkat dan mulai merambah ke berbagai daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tahun 2011 pemasaran kami sudah sampai ke Jakarta dan Sumatra hingga saat ini sudah banyak menjadi pelanggan tetap kami. Kami juga sempat dipercaya menangani berbagai proyek kerajinan dari berbagai daerah. Tahun 2014 internet berkembang pesat. Saya bergabung bersama munthu.com di divisi lapangan. Setelah beberapa bulan saya memutuskan untuk keluar dan membuat rakaartstone.com untuk mengembangkan pemasaran hasil kerajinan yang lebih luas. Akhir kata, saya berharap semoga seni kerajinan pahat batu alam yang berada di Muntilan, Magelang tetap berjalan dan berkembang. Sebuah warisan budaya yang mempunyai nilai-nilai luhur sudah sepatutnya untuk kita jaga dan kita lestarikan agar tidak punah ditelan jaman. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.